Share Poll

Poll link

500 px
350 px
250 px
Preview

widget preview:

Width - px Height - px

Close preview
! You are using a non-supported browser Your browser version is not optimised for Toluna, we recommend that you install the latest version Upgrade
Our Privacy Notice governs your membership of our Influencer Panel, which you can access here. Our website uses cookies. Like in the offline world, cookies make things better. To learn more about the cookies we use, check out our Cookies policy.

gabriell4.wt

  2 months ago

#SayangiBumi: Sayangi Makanan

Di keluarga kami, salah satu hal yang dilarang keras adalah membuang makanan. Kebiasaan dan aturan tegas ini diwariskan terus setidaknya dari kakek-nenek saya dari kedua belah pihak. Kata generasi di atas saya, kita tidak boleh membuang makanan bukan semata karena itu sama dengan membuang uang, tapi itu juga tidak menunjukkan empati kita pada orang-orang yang mungkin harus membanting tulang hanya demi sepiring makanan, itu pun hanya sekali sehari.

Dalam kesempatan apa pun ketika ada acara makan, kami sudah terbiasa untuk disiplin mengambil makanan hanya secukupnya, bahkan lebih baik kurang. Sayang sekali, ada beberapa kenalan dan tetangga yang sepertinya santai saja mengambil makanan hingga setumpuk besar, lalu tidak dihabiskan (entah karena alasan sudah kenyang ataupun karena rasa makanannya tidak enak buatnya).

Sahabat saya berkata, beberapa temannya di Swedia memiliki kelakuan serupa. “It bothers me a lot,” keluhnya. Dia sendiri selalu berusaha memanfaatkan makanan selama itu masih layak makan. Misalnya, jika di kotak susu cair tertulis “best before June 24, 2021”, dia tidak akan buru-buru membuangnya begitu saja. Dia akan menuangkan sedikit susu ke gelas, memperhatikan apakah warna, aroma, tekstur, dan rasa susu mengalami perubahan signifikan. Jika tidak, dia dan keluarganya akan tetap mengonsumsi susu itu, dan harus dihabiskan paling lama keesokan harinya. “Best before” tidak berarti produk sudah rusak. Secara umum, itu hanya berarti ada penurunan soal kandungan nutrisinya.

Sebagai catatan, rujukan ini tidak berlaku untuk obat-obatan dan produk makanan segar seperti daging atau ikan.

Hidup yang baik dan terencana, termasuk soal makanan, tidak berarti ribet atau kaku. Hidup yang baik juga bisa dijalani dengan santai, dengan tetap memikirkan kepentingan orang lain. Orang-orang yang hidupnya memakai prinsip “woles aja” tanpa ambil pusing untuk memahami (apalagi mengikuti) beberapa aturan standar dalam kehidupan cepat atau lambat akan memetik buah pahit yang ditanamnya. Jangan menunggu sampai “ditampar” kehidupan dulu baru mau membenahi diri.

Hidup teratur saja belum tentu “nasib” kita baik, apalagi hidup seenak hati. Tetap boleh santai kok, misalnya ketika di pantai—sambil memainkan game “Santai Di Pantai” dari Toluna. Ingat ya, jangan membuang sampah sembarangan di pantai, atau di mana pun. Bumi ini bukan sesuatu yang diwariskan untuk kita, melainkan yang akan kita wariskan untuk generasi setelah kita.

#HematMakanan
#SayangiMakanan
#SayangiBumi

Foto: dokumentasi pribadi
Reply
Post

D5678947

  2 months ago
Di keluargaku juga sdh biasa ambil makanan secukupnya (seandainya kurang baru tambah dikit), saya juga kumpulin barang-2 bekas agar bisa didaur ulang. Reply
1 comments

garingging

  2 months ago
Saya pribadi pantang liat makanan, pasti ludes tak berbekas..wkwkwkekw Reply
1 comments

Copied to clipboard

You’re almost there

In order to create content on the community

Verify your Email / resend
No thanks, I’m just looking

OK
Cancel
We have disabled our Facebook login process. Please enter your Facebook email to receive a password creation link.
Please enter a valid Email
Cancel
We're working on it...
When you upload a picture, our site looks better.
Upload